• Coretan Dari Negeri Senja
  • Doing The Best
  • Maroko Dirikan Sekolah Medis Berbasis Bahasa Inggris

PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri

Jakarta, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko menggelar pelatihan perdana Emotional and Spiritual Quotion di ruang serba guna Kedutaan Besar RI untuk Maroko, Rabat. Selama Senin-Selasa (13-14/4), peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, pekerja, dan mahasiswa asal Indonesia ini mengikuti materi-materi yang mengantarkan mereka pada potensi diri.

Ketua PCINU Maroko Kusnadi mengatakan, pelatihan perdana ESQ ini sukses membimbing peserta menemukan jati diri, menata tujuan hidup dunia maupun akhirat dan bertekad menjadi manusia yang mampu menerapkan tujuh dasar budi utama dalam aktivitas sehari-hari.

"Ketika membuka pelatihan, Dubes RI untuk Kerajaan Maroko Endang Dwi Syarief Syamsuri maupun Ary Ginanjar Agustian memberikan kata kunci bagi peserta; be yourself," kata Kusnadi usai penutupan pelatihan di KBRI, Rabat, Selasa (14/4).

Tujuh dasar budi utama yang diperkenalkan di hadapan peserta mencakup sikap jujur, bertanggung jawab, visioner, disiplin, kerja sama, adil dan peduli. Kalau saja tujuh dasar budi utama ini dipahami seluruh orang, maka persoalan-persoalan bangsa yang dihadapi saat ini seperti bahaya narkoba, korupsi, ancaman ISIS, politik pecah belah dan masalah sosial lainnya dapat segera diatasi dengan tekad jihad, kata Kusnadi.

"Jihad yang saya maksud adalah melawan energi negatif dalam diri sendiri. Kalau kita berhasil menaklukannya, maka tujuh dasar budi utama yang akan menuntun aktivitas kita sehari-hari untuk hidup sukses di dunia dan di akhirat," kata Kusnadi yang juga menjadi peserta ESQ.

Pelatihan ini terlaksana atas kerja sama Forum Komunikasi Alumni ESQ Eropa dan PCINU Maroko. Kegiatan ini mendapat dukungan dari KBRI untuk Kerajaan Maroko. (Red Alhafiz K)
read more →

Mahasiswa NU Maroko Nonton Bareng “Emak Naik Haji”

Mahasiswa NU Maroko Nonton Bareng “Emak Naik Haji”
Mahasiswa NU di Maroko (ilustrasi)

Hari Kamis, (26/03/2015), mahasiswa NU Maroko yang tergabung dalam PCI NU Maroko mengadakan nonton bareng “Emak Ingin Naik Haji” sekaligus seminar internasional dengan tema “Kritik Pandangan Barat terhadap Esensi wanita”.
Acara disampaikan oleh Dr. Saouda Maoulainain. Acara ini berlangsung di Aula Mouhammad Ghessous Universitas Muhammad V, Rabat.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh perwakilan penting dari berbagai kalangan mahasiswa se-Maroko. Mereka adalah ketua pelajar Malaysia,Thailand,Turki, Pantai Gading, dan Sudan .
Ketua panitia dalam kegiatan  tersebut, Sarah Lathoiful Isyarah mengatakan agenda seperti ini sangatlah penting untuk diadakan bagi pelajar Indonesia yang belajar di Luar negeri karena sejatinya pelajar adalah duta negara tercinta Indonesia . “Tujuannya ya agar kita bisa mengenalkan budaya Indonesia dimata Internasional” tutur Ketua Fatayat PCI NU Maroko ini .
“Acara ini penting supaya kita sadar bahwa persangkaan Barat terhadap wanita Islam itu salah kaprah. Dalam hadits diterangkan “Sesungguhnya wanita itu saudara kandung laki-laki. Dan Islam memulyakan wanita dengan derajat “ibu” yang mana keridhoannya adalah Ridho Allah,dilarang mendurhakainya, memarahinya walaupun sekedar kata huss dan surga Allah terletak ditelapak kakinya,” ucap Fakih Abdul Azis selaku Wakil Ketua PCI NU Maroko dalam sambutannya.
Setelah menonton film berdurasi 77 menit itu, acara dilanjutkan dengan diskusi.
“Sebetulnya acara yang begini harus diselenggarakn terutama untuk membuka cakrawal agar persepsi barat yang salah mengenai wanita dapat diluruskan,” ujar Kusnadi (Ketua Tanfiziyah) saat di temui sehabis acara tersebut.
Acara dimulai pukul 14.00 GMT hingga pukul 19.00 WIB. Mereka yang hadir tidak hanya dari kalangan mahasiswa Asia, tetapi juga dari kalangan Organisasi Mahasiwa Maroko (Munadhomah Tajdid Thullabi ).
“Acaranya sangat menarik bagi saya, dan alur film ini tidak dapat diprediksi akhir ceritanya,“  ungkap kekaguman Mouhammad Hessou  perwakilan MTT dari kota Agadir.*/Fakih AA, Wakil Ketua PCI NU Maroko
read more →

Konsep dan metode training ESQ dinilai dasyat mengantar peserta menemukan jati diri

Sebagian peserta training perdana ESQ di KBRI, Rabat, Maroko. Sedikitnya 81 peserta mengikuti pelatihan yang menggabungkan tiga kecerdasan dari kalangan ibu rumah tangga, staff KBRI, Dharma Wanita Persatuan KBRI Rabat, kalangan eksekutif dan mahasiwa dari kota-kota besar di Maroko. (foto; Hilda Sabri Sulistyo)
RABAT,MAROKO, bisniswisata.co.id: Training perdana ESQ di Afrika sukses membimbing peserta untuk menemukan jati diri, menata tujuan hidup dunia maupun akhirat dan bertekad menjadi manusia yang mampu menerapkan tujuh dasar budi utama dalam aktivitas sehari-hari, kata Kusnadi, Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Maroko, salah satu peserta training.
“ Ketika membuka training dua hari 13-14 April 2015, Dubes RI untuk Maroko, Endang Dwi Syarief Syamsuri yang biasa dipanggil Dede Syamsuri maupun Ary Ginanjar Agustian sebagai pendiri dan penemu metode training ESQ yang menggabungkan tiga kecerdasan sudah memberikan kata kunci bagi peserta yaitu be yourself,” ungkap Kusnadi usai penutupan training semalam (14/4) di KBRI Rabat, Maroko.
Dia baru sadar, pemahaman be yourself yang diperolehnya dalam dua hari training ini adalah penjabaran dan implementasi dari tujuh dasar budi utama yaitu sikap jujur, bertanggungjawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil dan peduli. Konsep dan metode pelatihan yang dibawakan oleh dua trainer berlisensi yaitu Eka Chandra  dan Danny Kurniawan dinilainya sangat dasyat dalam menggiring peserta menemukan jati dirinya masing-masing.
“Dalam kehidupan kita dari kecil hingga dewasa, tujuh dasar budi utama itu sudah ditanamkan oleh orangtua baik di rumah maupun di ruang-ruang seminar. Namun baru kali inilah saya bisa memahami betapa dasyatnya kalau sehari-hari kita bisa menerapkan tujuh dasar budi utama itu karena cara penyampaian para trainer dan konsep audio visual,” tandasnya.
Kalau saja tujuh dasar budi utama ini dipahami seluruh generasi muda Indonesia maupun masyarakat dunia maka persoalan –persoalan bangsa yang dihadapi saat ini seperti bahaya narkoba, korupsi, ancaman ISSIS, politik pecah belah dan masalah sosial lainnya akan dapat segera diatasi dengan tekad jihad, kata Kusnadi.
“Jihad yang saya maksud adalah melawan energi negatif dalam diri sendiri, kalau kita berhasil menaklukannya maka tujuh dasar budi utama yang akan menuntun aktivitas kita sehari-hari untuk hidup sukses di dunia dan di akhirat. Terus terang selama ini saya sudah pernah mendengar pelatihan SDM oleh ESQ Learning Center namun baru kali ini bisa ikut,” kata Kusnadi.
Kusnadi yang usai training ESQ dan menjadi alumni di daulat menjadi Ketua Korda Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Maroko mengatakan bahwa pelatihan dua hari ini menggiring peserta menemukan sendiri jalan hidup yang ingin dicapainya.
“ESQ dengan 1,4 juta alumninya ternyata memang suatu lembaga netral, tidak berwarna seperti partai-partai politik di tanah air dan bisa diterima oleh semua golongan dan kelompok karena hanya menuntun umat, apapun agama dan rasnya untuk menjalankan aqidah yang benar,” kata Kusnadi dengan mata berkaca-kaca.
Training ESQ yang diikuti ibu rumah tangga, karyawan, eksekutif dan mahasiswa Indonesia dari seluruh Maroko ini dapat terlaksana hasil kerjasama FKA ESQ Eropa di  dukung PCINU Maroko, Kedubes RI di Rabat, di samping para relawan alumni FKA ESQ dari Belanda, Jerman dan Jakarta.
suasana training
Pengalaman spiritual luar biasa juga dialami oleh Alfian, mahasiswa pasca sarjana di Maroko  yang di organisiasi kepemudaaan NU membimbing mahasiswa Indonesia yang tengah mendalami ilmu agama di sejumlah universitas yang tersebar di berbagai kota di Maroko.
“Hanya ada satu kata yang tepat untuk menggambarkan pengalaman training ESQ ini yaitu dasyatulloh ! maksudnya dasyat karena izin Allah SWT. Saya teringat kata-kata kyai Munir, kyai saya di pesantren dulu saat masih duduk di SMP bahwa pada suatu masa akan dibutuhkan orang-orang yang mampu mengemas spiritual yaitu iman, ihsan dan islam secara modern. Saya bertekad menjadi manusia yang mampu menyampaikan Iman, Ihsan, Islam dengan kemasan modern seperti yang disampaikan dalam training ESQ ini,” tambahnya.
Bagi pasangan suami-istri Ahmad Siddiki dan Nabila, peserta training dari kota Rabat, pelatihan ini sangat bermanfaat karena sebagai orangtua, dia dapat lebih memahami tugas- tugas mulianya sebagai seorang ayah, sebagai suami, sebagai imam dalam keluarga.
“Alhamdulilah sebagai pasangan hidup meski baru pada hari pertama training kami sudah langsung mendapat manfaat pelatihan ini,” kata Ahmad Siddiki yang menjadi Direktur Keuangan dan Administrasi  Indo Marocco Distribution Company yang tengah menyiapkan pabrik Indomie di negri ini.
Ririn, Ruri dan Bunda Burhan, tiga dari total 81 peserta training juga menyatakan mendapat manfaat training yang positif karena membuat mereka lebih menyadari fungsi dan tugasnya masing-masing  dan ingin keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
Ririn, pegawai sebuah salon spa di Maroko mengatakan bahwa hari pertama pelatihanpun dia sudah lebih memaknai hidup dan mengenal dirinya sendiri. “Pertanyaan seperti siapa saya, dimana saya dan mau kemana saya sudah sangat jelas,” kata diaspora di Maroko ini. Dia bahkan menampung salah seorang temannya yang ikut training dari kota lain, Essaouira ,sebuah kota yang terletak di wilayah ekonomi Marrakech,  Marokobarat,  di pesisir  Samudra Atlantik ke Rabat tempat training berlangsung.
Sementara  Ruri sebagai ibu muda dan juga anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Maroko mengatakan waktu dua hari pelatihan ternyata terasa singkat meski training mulai dari jam 9 pagi dan berakhir hingga rata-rata jam 20.00 waktu Maroko yang baru menjelang maghrib karena perbedaan waktu di tanah air.
“Sekarang saya tahu dengan jelas apa yang saya mau dalam hidup ini, efek pelatihan sangat luar biasa karena saya tidak hanya ingin mengejar dunia tapi juga akhirat. Kita harus punya tujuan hidup yang jelas dan optimistis mencapainya,” kata Ruri.
Ibu Burhan, salah satu ibunda dari staff KBRI yang berpartisipasi dalam training mengungkapkan rasa syukurnya bahwa di usia senja masih mendapatkan pelatihan yang mengantarnya untuk melakukan posisitioning bagi diri sendiri dan bertekad memperbaiki diri untuk tujuan akhiratnya.
“Training ini terbukti bisa diterima semua umur, semua golongan bahkan semua agama karena intinya adalah menggugah umat manusia untuk terhubung selalu 24 jam dengan sang pencipta Allah SWT,” tuturnya sambil menahan jatuhnya airmata
Sementara Mas’ud staff KBRI lainnya yang telah bekerja selama 31 tahun di perwakilan RI di Rabat ini mengatakan fokus dalam pelatihan seperti yang diharapkan pimpinannya, Dubes Dede Syamsuri benar-benar membuahkan hasil untuk berjihad dan jujur pada diri sendiri.
“Secara spiritual, saya yakin setiap peserta mengalami hal-hal yang berbeda namun bagi saya sendiri pelatihan ini secara instan membawa saya menjadi pribadi yang lebih terbuka dan janji lebih jujur pada diri sendiri dan takwa tentunya,” kata Mas’ud penuh semangat.
William Satriaputra, Korwil FKA ESQ Eropa yang menyelenggarakan training perdana di Afrika ini mengatakan training ESQ memang mampu menggugah dan mengubah kehidupan seseorang karena mengasah sisi spiritual dengan mendalam, bersamaan dengan sisi emosi dan intelektual seseorang.
“Training ini sifatnya memandu seseorang dalam membangun prinsip hidup dan karakter bagi siapa saja yang berkeinginan untuk membentuk karakter mulia, juga bisa menjembatani rasionalitas dunia usaha dengan spirit ketuhanan. Melengkapi makna sukses dengan nilai-nilai spiritual yang mendalam, menuju esensi bahagia yang sesungguhnya,” tambahnya.
William yang  melaksanakan training di wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika ini mengatakan setelah Rabat, training ESQ juga dijadwalkan akan berlangsung di Mesir dimana ribuan warga Indonesia tinggal untuk sekolah maupun bekerja. Dukungan KBRI diyakininya sangat membantu kelancaran pelaksanaan training ESQ di wilayahnya.
Bagi para alumni baru dia berharap  angkatan perdana dari ESQ Rabat, Maroko, dapat menjadi pribadi yang menjadi panutan dan mengoptimalkan kemampuannya untuk dapat berkarya, bersilaturahmi dan total action dalam mengimplementasikan 7 dasar budi utama yang merupakan karakter manusia.  ( hildasabri@yahoo.com)
read more →

‘Be yourself’ kunci sukses menata hidup lewat pelatihan ESQ

Ary Ginajar Agustian, pendiri dan pimpinan ESQ LC menyerahkan plakay pada Duta Besar RI untuk Maroko, Endang Dwi Syarief Syamsuri sekaligus menandari training perdana ESQ di benua Afrika. (foto: Hilda Sabri Sulistyo)
RABAT, MAROKO, bisniswisata.co.id: Duta Besar Republik Indonesia untuk Maroko, Endang Dwi Syarief Syamsuri mengatakan peserta training perdana Emotional Spiritual Quotient (ESQ)  di bumi Afrika agar bersungguh-sungguh, fokus dan konsekwen dalam mengikuti pelatihan
“Kunci utamanya adalah jadi diri sendiri (be yourself) dan fokus, jangan terganggu oleh aktivitas dari luar yang bisa mempengaruhi semangat untuk menimba ilmu dari pelatihan karena diperlukan kesungguhan dalam menjalaninya,” ujarnya ketika membuka pelatihan perdana ESQ di benua Afrika.
Berbicara ketika membuka training ESQ di ruang serba guna Kedutaan Besar Republik Indonesia  di Rabat, ibukota Maroko, hari ini (13/4), Dubes mengatakan bahwa pelatihan selama dua hari ini akan memberikan manfaat dan pihaknya yakin peserta akan lebih paham dalam menentukan arah dan menjalani hidup ke depan.
Training yang dihadiri oleh Ary Ginanjar Agustian, pendiri ESQ LC, William Satriaputra, Ketua Korwil ESQ Eropa dan Kusnadi, Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko ini  diikuti 81 peserta, lima diantaranya adalah  warga Indonesia yang bekerja di Maroko, dua warga Maroko, satu orang mahasiswa Malaysia dan sisanya adalah karyawan Kedubes RI  dan  mahasiswa Indonesia.
“Training yang mendapat dukungan penuh dari Kedubes RI di Maroko serta PCINU ini prosesnya tergolong cepat karena dari pertemuan di Belanda dan kurang dari tiga bulan sudah bisa terlaksana di pelopori ESQ Korwil Eropa yang merupakan training ke 15 yang kami selenggarakan di berbagai kota di Eropa tapi merupakan pertama di bumi Afrika,” kata William Satriaputra.
Mahasiswa Indonesia  yang tengah menempuh pendidikan strata satu hingga tingkat doctoral dari berbagai universitas di Maroko, ujarnya, rela datang menempuh perjalanan dari berbagai kota di Maroko seperti Fez, Tanger, Essaouira, Cassablanca, Rabat hingga Marrakech yang jarak tempuhnya berkisar lima jam dari ibukota negara.
Ary Ginanjar Agustian, pendiri ESQ Leadership Center sependapat dengan Dubes Endang Dwi Syarif Syamsuri agar para peserta yang mengikuti training benar-benar membuka diri dan menjadi diri sendiri  sehingga di tengah berbagai persoalan duniawi saat ini seperti kapitalisme, narkoba, ancaman radikal dapat diatasi dengan menjadi diri sendiri.
Be yourself atau  jadilah diri sendiri jangan hidup ikut-ikutan karena kalimat sederhana ini justru adalah yang paling murni yaitu membawa kita menyelesaikan masalah secara spiritual. Orang yang mendengarkan kata hati dan menjadi diri sendiri maka dipuncak pencarian jati dirinya akan menyadari bahwa dirinya adalah seorang hamba, seorang khalifah Allah sang pencipta manusia,” kata Ary Ginanjar.
Tentu saja be yourself dalam pelatihan ini adalah menjadi baik, berkualitas dan berguna untuk orang lain dan training pada 13-14 April 2015 ini menggabungkan tiga kecerdasan sekaligus yaitu kecerdasan spiritual (EQ) dan emosional (SQ) dan kecerdasan intelekual (IQ) dimana peserta akan merasakan dan menemukannya sendiri melalui penjelasan
“IQ adalah kemampuan intelektual, SQ akan menggiring peserta pada pertanyaan siapakah saya dan EQ akan memberikan kemampuan untuk merasakan dan menemukan sendiri bukan sesuatu yang diberikan,” kata Ary.
Pihaknya berharap dalam dua hari pelatihan peserta akan menemukan sendiri adanya sebuah keyakinan yang melahirkan nilai-nilai keberanian dan kebenaran sehingga menjadi keyakinan yang menghujam masuk ke dalam hati untuk menjadi diri sendiri dan memaknai be yourself secara positif.
Menurut Ary banyak orang sukses dan kaya raya tapi ternyata tidak tahu siapa dirinya dan tidak bahagia karena itu melalui pelatihan peserta di tuntun untuk membaca siapa diri kita, dimana dan mau kemana?  Karena ungkapan  be yourself  bukanlah jabatan tapi umat manusia yang mampu menemukan sendiri bahwa dirinya adalah hamba dan kalifah allah.
Peserta Training ESQ Maroko datang dari berbagai kota dan diikuti juga oleh warga Maroko, Malaysia serta lima warga Bali yang bekerja di Maroko, disamping mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di negara ini. (foto: Hilda Sabri Sulistyo)
Peserta Training ESQ Maroko datang dari berbagai kota dan diikuti juga oleh warga Maroko, Malaysia serta lima warga Bali yang bekerja di Maroko, disamping mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di negara ini. (foto: Hilda Sabri Sulistyo)
Ary Ginanjar menyatakan kebahagiannya karena dukungan dari dukungan Duta Besar dan keluarga maupun para staf sangat besar, keseriusan ESQ Korwil Eropa dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dan antusiasme peserta sangat mengikuti kegiatan ini juga diluar ekspektasi panitia.
“ Jumlah peserta yang ditargetkan hanya 70 orang ternyata mencapai 81 orang, kalau di tanah air mudah dalam pelaksanaan maka menyelenggarakan training di luar negri membutuhkan tekad dan semangat yang kuat karena berbagai keterbatasan. Tapi alhamdulilah dukungan tokoh NU yang juga menjadi pembina ESQ, Korwil Muenchen, Jerman dan para ATS dari alumni ESQ Eropa sangat membantu,” tandasnya. (hildasabri@yahoo.com)
read more →

Jamuan makan malam Dubes RI di Maroko untuk team ESQ Korwil Eropa di Wisma Duta.

Duta Besar RI Endang Dwi Syarief Syamsuri (kanan) dan Ary Ginanjar Agustian
RAMAH TAMAH DENGAN TEAM ESQ EROPA: Jelang penyelenggaraan training ESQ pertama kalinya merambah benua Afrika dengan peserta 80 orang, pimpinan ESQ LC Ary Ginanjar Agustian bersama William Satriaputra, Ketua Korwil ESQ Eropa sebagai pelaksana kegiatan beserta rombongan dijamu makan malam oleh Dubes RI untuk Maroko, Endang Dwi Syarief Syamsuri  bersama istri, Ella Syamsuri di Wisma Duta, kediaman resmi Dubes RI di Rabat,semalam ( foto kanan). Tampak Dubes ED Syarief Syamsuri (kiri)  berfoto bersama Ary Ginanjar Agustian, pimpinan ESQ LC. Training berlangsung dua hari di ruang serba guna KBRI pada 13-14 April 2015. Selama pertemuan selain membahas pentingnya pembentukan karakter akhlak mulia, juga tak lepas dari obrolan mengasyikkan seputar kuliner ( foto: Hilda Sabri Sulistyo)
marocco-2
MENIKMATI SOTO DAN SATE TAHU: Soto dan sate tahu menjadi menu utama hidangan makan malam yang disiapkan ibu Ella Syamsuri. Diplomasi kuliner , ujarnya, sudah dilakukan sejak memulai masa tugas di Maroko tiga bulan lalu. istri Dubes RI di Rabat, Maroko ini melakukan pendekatan kuliner untuk lebih memperkenalkan kekayaan pariwisata, seni dan budaya Indonesia pada kalangan diplomatik negara-negara sahabat di Rabat, Ibukota Maroko. Semalam (12/3/201d)) Lala, panggilan akrab Ibu Dubes yang menjadi nyonya rumah menghidangkan soto ayam lengkap, sate tahu, tempe goreng tepung  dan pelengkap lainnya yang membuat tamu-tamunya menyikat habis hidangan yang tersedia. (foto: Hilda Sabri Sulistyo)
maroc-7
SEMANGAT KEBERSAMAAN DAN PERSAUDARAAN: :Istri Dubes RI di Maroko , Ella Syamsuri ( tengah baju hijau) , ternyata senang berbagi ilmu pengetahuan maupun pengalaman yang dimilikinya. Oleh karena itu meski pertemuan tergolong singkat namun anggota rombongan ESQ Eropa merasakan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang diberikan dalam melayani tamu-tamunya. Para ibu bahkan mendapat manfaat dari rahasia hidup sehat dan bahagia jika kita selalu terhubung 24 jam dengan yang Maha Pencipta, Allah SWT. Selain tamu dari Jakarta, Jerman dan Belanda dan warga Maroko,  acara ramah tamah juga di hadiri oleh para staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rabat, Maroko. Sebelum berpamitan pulang, seluruh rombongan berfoto bersama dengan penuh kebahagiaan.( foto: Hilda Sabri Sulistyo)
read more →

Ary Ginanjar Agustian: Keteladanan Tariq bin Ziyad landasi training ESQ pertama di bumi Afrika

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Semangat pantang menyerah yang diteladani oleh para pejuang Islam seperti Tariq bin Ziyad menjadi motivasi bagi pimpinan ESQ Leadership Center (LC)  Ary Ginanjar berpartisipasi langsung dalam memberikan training di Rabat, Maroko, pada 13-14 April 2015 di Kedutaan Besar Republik Indonesia.
“Selain merupakan training pertama ESQ di bumi Afrika yang bersejarah, melakukan napak tilas pejuang Islam Tariq bin Ziyad sangat penting untuk diteladani sebagai penakluk Andalusia dalam perang Guadalete,” jelas Ary.
Jendral dari dinasti  Ummayah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalas (Spanyol) , Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya pada tahun 711 M ini menyerang dengan 7000 pasukan sementara musuh yang dihadapi mencapai 100.000 orang,” kata Ary Ginanjar Agustian, hari ini.
Bulan April memang bulan bersejarah karena pada 29 April tahun 711, dia mendarat di Gibraltar atau disebut  Jabal Tariq dengan kapal-kapal kecil. Setelah mendarat, kapal-kapal justru dibakar dan Tariq bin Ziyad berpidato memotivasi semangat pasukannya untuk jangan pernah ragu dalam membela agama Allah.
“Tidak ada jalan untuk melarikan diri! Laut di belakang kalian, dan musuh di depan kalian. Demi Allah, tidak ada yang dapat kalian sekarang lakukan kecuali bersungguh-sungguh penuh keikhlasan dan kesabaran,” jelasnya mengutip ucapan Tariq bin Ziyad.
Pasukan Tariq menyerbu wilayah Andalusia, Spanyol dan di musim panas tahun 711 berhasil meraih kemenangan yang menentukan atas kerajaan Visigoth dimana rajanya Roderick terbunuh pada tanggal 19 Juli 711. Setelah itu, Thariq menjadi gubernur wilayah Andalusia sebelum akhirnya dipanggil pulang ke Damaskus oleh Khalifah Walid I.
Inti pesannya, kata Ary, sabar dan ikhlas harus menjadi landasan utama mengapa kita harus hidup sebaik-baiknya di dunia. Dalam peperangannya Tariq mengingatkan kita mati dengan hina atau mati dengan mulia sebagai sahid adalah manusia itu sendiri yang menentukan.
“Maroko dan Indonesia punya hubungan sejarah yang bagus dan seperti Tariq maka Presiden Soekarno yang membakar semangat masyarakat negri ini untuk meraih kemerdekaannya. Nama Soekarno terukir dalam sejarah Maroko, menjadi salah satu jalan utama dan  nama jalan Jakarta serta nama jalan Bandung bukanlah sekedar nama bagi bangsa ini,” kata Ary Ginanjar Agustian bersemangat.
Training ESQ bertujuan membentuk karakter melalui penggabungan tiga potensi manusia yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan spiritual ( ESQ) yang harus diberdayakan secara optimum untuk membangun sumber daya manusia dengan karakter yang tangguh, memiliki produktivitas tinggi dan menjalani kehidupan yang bahagia dan penuh makna dengan landasan sabar dan ikhlas.
ESQ dengan seksama memandu seseorang dalam membangun prinsip hidup dan karakter berdasarkan ESQ Way 165. Angka 165 merupakan simbol dari satu (1) Hati pada Yang Maha Pencipta, 6 Prinsip Moral, dan 5 Langkah Sukses.
Sebagai lembaga training yang sudah melahirkan 1,4 juta alumni di Indonesia dan mancanegara, selama ini ESQ hadir untuk menjembatani rasionalitas dunia usaha dengan spirit ketuhanan sehingga melengkapi makna sukses dengan nilai-nilai spiritual yang mendalam, menuju esensi bahagia yang sesungguhnya.
Kordinator Wilayah Forum Komunikasi Alumni ESQ Eropa bersama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko mempelopori penyelenggaraan training ESQ di ruang serba guna KBRI, Rabat, Maroko pada 13-14 April 2015 mendatang.
William Satriaputra, Ketua Korwil ESQ Eropa mengatakan bahwa Maroko mempunyai potensi besar untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam konsep khairu ummah dan membangkitkan kembali ruh peradaban Islam.
“ Universitad Al Warawiyin di Fes adalah Universitas trrtua didunia dan berdiri sebelum Universitas Al Azhar. Perguruan tinggi ini justru dibangun seorang perempuan bernama Fatima El Fihri thn 859. Memiliki andil besar dalam mentransformasi peradaban Islam ke Barat yg kemudian menjadi benih budaya toleransi dan moderadi masyarakat Maroko.
Itulah sebabnya 13 anggota rombongan Eropa ESQ 165 ke Afrika yang diikuti peserta dari Belanda, Jerman dan sekitarnya membuat pre-tour terlebih dulu. Bertolak pada 9 April 2015 menuju Cassablanca, lalu meneruskan ke Rabat.
Di hari kedua aktivitasnya adalah city tour di kota Rabat, ibukota negara dengan mengunjungi Hasan Tower, Mohmed V Mauseleum dan melewati Istana Raja menuju Cassablanca sekitar 1,5 jam dari Rabat.  Sholat jumat dilaksanakan di Mesjid Hasan II dilanjutkan city tour di kota Cassablanca seperti Twin Tower, Aquarium dan Marocco Mall.
“Hari ketiga di Maroko rombongan akan bergabung dengan Ary Ginanjar Agustian di Meknes, kota di bagian Utara Maroko dan kami menjadwalkan untuk city tour di ibukotanya yaitu Fez, melongok The Maroccan Versailles dari abad ke 17 dan Bab Mansour, gerbang kota sebelum kembali ke Rabat.
Menurut William, perjalanan di hari ke empat akan ke Tanger dan obyek wisatanya adalah Cap Spartel tempat bertemunya dua laut yaitu Multaqol Bahrain dan Selat Gibraltar, ke makam Ibnu Batutah  sang petualang dunia yang sempat singgah di Samudra Pasai Aceh selama 15 hari dan membawa masuk Islam ke Indonesia pula. Perjalanan dilanjutkan  ke gua Hercules yang konon menjadi tempat Hercules setelah mengalahkan 7 peperangan dan menjadi tempat pemberangkatan pasukan Tariq bin Ziyad saat menyerang Andalusia, Spanyol.
Hari ke lima dan ke enam diisi dengan training ESQ di KBRI yang dibuka langsung Ary Ginanjar Agustian. Sejauh ini tercatat 68 peserta, terdiri dari 48 pria dan 25 orang wanita. Sedikitnya 34% komunitas Indonesia di Maroko berpartisipasi. Ada orang Maroko juga dan empat peserta beragama Hindu,” kata William. (hildasabri@yahoo.com)
read more →
Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/tips-cara-supaya-artikel-blog-tidak.html#ixzz2PokS4tPJ