• Coretan Dari Negeri Senja
  • Doing The Best
  • Maroko Dirikan Sekolah Medis Berbasis Bahasa Inggris

Tari Saman Tampil Memukau di Maroko

CASABLANCA- Para mahasiswa yang tergabung dalam organisaisi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko mendapat kehormatan lagi untuk menampilkan keseniana dan kebudayaan Indonesia pada acara pembukaan hari kebudayaan yang diadakan oleh kepala daerah Moulay Rachid-Casablanca (22/05).
Para mahasiswa Indonesia yang menampilkan tari saman semuanya berdmosili di Casablanca, dengan jumlah sembilan orang. Dalam acara ini Saman Group mendapat giliran tampil diawal acara setelah sambutan kepala daerah Moulay Rachid, Musthofa Al Haya dan sambutan panitia. Iringan tepuk tangan dan sorak sorai penonton terdengar menggema tatkala para penari saman tampil diatas panggung.
Penampilan ini merupakan yang kedua kalinya, seminggu sebelumnya tampil pada acara yang sama yang diadakan oleh Fakultas Islamic Study Universitas Hassan II di Bni M'sik Casablanca. Dari situ, Kusnadi El Ghewza satu-satunya mahasiswa yang menempuh pendidikan di universitas tersebut dipanggil kepala daerah Moula Rachid. Ia meminta para penari saman tampil kembali pada acara hari kebudayaan yang digelar selama tiga hari, mulai 22 – 24 mei 2015.
Acara ini selain menampilkan tarian saman juga ikut ditampilkan sholawat pujian dengan iringan musik. Ratusan penonton yang memadati gedung kesenian Moulay Rachid ikut menyanyi bersama penuh semangat dan antusias. Kali ini para penari saman tampil sangat memukau dan menggemparkan warga Maroko. Tidak sedikit warga Maroko khususnya kota Casablanca yang hadir sangat kagum dan takjub.
Setelah tampil sukses dalam acara hari kebudayaan, akhirnya Group Saman mendapat undangan lagi pada tanggal 29 mei mendatang. Dari berbagai instasi lain yang berada di kota Casablanca juga meminta supaya bisa tampil diacara mereka pada bulan juni.
Ternyata tari Saman sangat diminati oleh para penonton dan tamu yang hadir, ini terbukti dengan riuhnya tepukan tangan para pengunjung mulai dari tampil, dalam setiap pergantian gerakan, sampai selesai. Bahkan ketika kami selesai tampil dan menuju ke arah penonton tepukan tangan terdengar kembali sambil memuji tarian saman. Kekompakan, hentakan, dan tepukan tangan yang serentak dalam tari saman membuat para pengunjung kagum. Luar biasa!! Begitu ungkap mereka para penonton yang belum pernah melihat tari saman. Usai tampil terikan yel yel "Indonesia…Indonesia.." mengiringi kami turun dari panggung.

Dengan itikad baik semua pihak, sekaligus mempromosikan salah satu kebudayaan Indonesia akhirnya tari saman bangkit kembali ditengah masyarakat Maroko. Tari saman ini diajarkan langsung oleh Azhari Mulyana, mahasiswa Aceh yang sedang menempuh pendidikan s1 di Univeristas Hassan II Ain Chok- Casablanca. Namun begitu kami sangat membutuhkan perhatian semua pihak baik elemen masyarakat Indonesia di Maroko dan KBRI Rabat untuk bisa membantu agar tarian saman ini bisa terus dikembangkan, agar terus ada dan siap tampil kapan saja dibutuhkan. "Kita tidak ingin kebudayaan kita hilang ditelan masa. Semoga melalui penampilan ini bisa mempererat persaudaraan Indonesia- Maroko. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti bisa tampil didepan Raja. Amin." Kata Azhari Mulayan, pelatih dan Pembina tari saman asal Aceh.

read more →

Informasi Beasiswa S1 Maroko, Mesir, Sudan 2015-2016

Surat dari Kementrian Agama nomor : Dj.I/Dt.I.IV/4/PP.04/1480/2015 berkenaan selesksi mahasiswa/i baru program S1 ke timur tengah tahun akademik 2015-2016 yang ditujukan kepada Rektor UIN dan IAIN, Ketua STAIN dan Kepala Kanwil Kemenag Se-Indonesia
Adapun isinya sebagai berikut :

1.Seleksi tahap pertama akan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 13 Juni 2015 dan tahap kedua pada hari Sabtu tanggal 14 Juli 2015
2.Teknis pendaftaran dan informasi pelaksanaan seleksi dapat diakses pada website : Klik info Pendaftaran
3.Instansi atau perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai penyelenggara agar dapat membantu pelaksanaa seleksi tersebut :

Tempat Pelaksanaan Seleksi Tahap Pertama :
1.UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2.UIN Sumatra Utara Medan
3.UIN Sulthan Syarif Kasim Riau Pekanbaru
4.UIN Raden Fatah Palembang
5.UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
6.UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
7.UIN Ala'uddin Makassar
8.IAIN Antasari Banjarmasin

Untuk informasi lebih jelas silahkan buka link ini: http://diktis.kemenag.go.id/


read more →

Maroko Negeri Para Ulama

Sangatlah pantas jika gelar “Negeri para ulama” itu disandang oleh Maroko. Terutama ulama-ulamanya yang menonjol dalam dunia tasawwuf. Lihat saja, berapa banyak aliran Tariqah yang berkembang di Negeri yang bermadzhab Maliki tulen ini, ada Tariqah Tijaniyah, Syadziliyah, Masyisyiyah, Siddiqiyah, Kattaniyyah, dsb. Dalam bidang hadits pun, Maroko adalah gudangnya ulama hadits. Disini ada pakar hadits yang sangat terkenal, yaitu Muhammad Siddiq al-Ghumari. Bahkan karya-karya beliau sudah menjadi santapan para santri di Indonesia.
Ahmad Bin Siddiq al-Gumari merupakan anak sulung dari 7 orang bersaudara. Bukan hanya sulung dari sudut susunan keluarga, bahkan sulung dari sudut keilmuan sehingga adik-adiknya berguru dengan beliau. Ayah beliau, Muhammad Siddiq al Ghumari merupakan tokoh ulama’ yang menjadi rujukan para ulama’ Maroko. Dan ibunya, Al-Zahra’ binti Abdul Hafizh bin Ahmad ibn ‘Ajibah juga merupakan wanita sholehah yang taat beragama. Kakek beliau dari ibunya, Ibnu ‘Ajibah al-Hasani (W. 1224 H.) merupakan seorang ulama’ yang tidak asing lagi bagi masyarakat Maroko.
Dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. PCINU Maroko, Jumat (15/5) menggelar serangkaian acara di kota Tangier, diantaranya ziarah ke makam Syeikh Ibnu Ajibah, Sufi dan penulis terkenal yang memiliki banyak karangan diantaranya, al futuhat al qudsiyah syarah al jurumiyah (yang disyarah dengan bahasa tasawuf), kitab tafsir al-Quran yang berjudul “Bahrul Madid fi Tafsir al-Qur’an al-Majid” dan kitab tasawwuf yang berjudul “Iqozul Himam” yang merupakan syarah kitab al-Hikam karangan Imam al-‘Allamah al-Faqih as-sufi Ahmad ibn ‘Athoillah al-Sakandari.
Beliau lahir dari keluarga terhormat –Hasani sharif- di desa (أعجبيش) suku Anjra berada di ujung utara kota Tangier, (50 km) dari kota Tetuan dan berdampingan denga pantai Mediterania Maroko. Semasa kecilnya beliau haus dengan ilmu agama dan cinta pengetahuan. Mulai dari menghafal al Quran, mempelajari tata bahasa arab, belajar qiraah, seni dan beberapa ilmu lainnya. Ketika mencapai usia delapan belas tahun dia meninggalkan rumah untuk melakukan studi eksoteris di Qasr al-Kabir di bawah pengawasan Sidi Muhammad al-Susi al-Samlali.
Disini beliau diperkenalkan berbagai fan ilmu seperti, seni, filsafat, hukum dan tafsir Al-Qur'an secara mendalam. Selanjutnya beliau pergi ke Fes untuk berguru kebeberapa ulama terkenal dizamannya seperti, Mohammed al-Tawudi ibn Suda, Bennani, dan El-Warzazi dan bergabung dengan zawiyah darqawiyya (1793).
Beliau menghabiskan hidupnya di kota Tangier dan sekitar Tetuan hingga menghembuskan nafas terahirnya pada tahun 1224 H (1809). Di antara keturunannya yang terkenal adalah Muhammad Siddiq al-Ghumari.
Acara tersebut dipimpin oleh Alvian Iqbal Zahasfan, MA., Rois Syuriah PCINU Maroko, ia mengatakan bahwa acara selanjutnya akan diisi dengan diskusi bertajuk ''Refleksi Isra Miraj'' oleh Rifqi Maula, Lc., dan ''Refleksi Harlah NU'' oleh Fairuz Ainun Na'im.



read more →

PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri

Jakarta, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko menggelar pelatihan perdana Emotional and Spiritual Quotion di ruang serba guna Kedutaan Besar RI untuk Maroko, Rabat. Selama Senin-Selasa (13-14/4), peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, pekerja, dan mahasiswa asal Indonesia ini mengikuti materi-materi yang mengantarkan mereka pada potensi diri.

Ketua PCINU Maroko Kusnadi mengatakan, pelatihan perdana ESQ ini sukses membimbing peserta menemukan jati diri, menata tujuan hidup dunia maupun akhirat dan bertekad menjadi manusia yang mampu menerapkan tujuh dasar budi utama dalam aktivitas sehari-hari.

"Ketika membuka pelatihan, Dubes RI untuk Kerajaan Maroko Endang Dwi Syarief Syamsuri maupun Ary Ginanjar Agustian memberikan kata kunci bagi peserta; be yourself," kata Kusnadi usai penutupan pelatihan di KBRI, Rabat, Selasa (14/4).

Tujuh dasar budi utama yang diperkenalkan di hadapan peserta mencakup sikap jujur, bertanggung jawab, visioner, disiplin, kerja sama, adil dan peduli. Kalau saja tujuh dasar budi utama ini dipahami seluruh orang, maka persoalan-persoalan bangsa yang dihadapi saat ini seperti bahaya narkoba, korupsi, ancaman ISIS, politik pecah belah dan masalah sosial lainnya dapat segera diatasi dengan tekad jihad, kata Kusnadi.

"Jihad yang saya maksud adalah melawan energi negatif dalam diri sendiri. Kalau kita berhasil menaklukannya, maka tujuh dasar budi utama yang akan menuntun aktivitas kita sehari-hari untuk hidup sukses di dunia dan di akhirat," kata Kusnadi yang juga menjadi peserta ESQ.

Pelatihan ini terlaksana atas kerja sama Forum Komunikasi Alumni ESQ Eropa dan PCINU Maroko. Kegiatan ini mendapat dukungan dari KBRI untuk Kerajaan Maroko. (Red Alhafiz K)
read more →

Mahasiswa NU Maroko Nonton Bareng “Emak Naik Haji”

Mahasiswa NU Maroko Nonton Bareng “Emak Naik Haji”
Mahasiswa NU di Maroko (ilustrasi)

Hari Kamis, (26/03/2015), mahasiswa NU Maroko yang tergabung dalam PCI NU Maroko mengadakan nonton bareng “Emak Ingin Naik Haji” sekaligus seminar internasional dengan tema “Kritik Pandangan Barat terhadap Esensi wanita”.
Acara disampaikan oleh Dr. Saouda Maoulainain. Acara ini berlangsung di Aula Mouhammad Ghessous Universitas Muhammad V, Rabat.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh perwakilan penting dari berbagai kalangan mahasiswa se-Maroko. Mereka adalah ketua pelajar Malaysia,Thailand,Turki, Pantai Gading, dan Sudan .
Ketua panitia dalam kegiatan  tersebut, Sarah Lathoiful Isyarah mengatakan agenda seperti ini sangatlah penting untuk diadakan bagi pelajar Indonesia yang belajar di Luar negeri karena sejatinya pelajar adalah duta negara tercinta Indonesia . “Tujuannya ya agar kita bisa mengenalkan budaya Indonesia dimata Internasional” tutur Ketua Fatayat PCI NU Maroko ini .
“Acara ini penting supaya kita sadar bahwa persangkaan Barat terhadap wanita Islam itu salah kaprah. Dalam hadits diterangkan “Sesungguhnya wanita itu saudara kandung laki-laki. Dan Islam memulyakan wanita dengan derajat “ibu” yang mana keridhoannya adalah Ridho Allah,dilarang mendurhakainya, memarahinya walaupun sekedar kata huss dan surga Allah terletak ditelapak kakinya,” ucap Fakih Abdul Azis selaku Wakil Ketua PCI NU Maroko dalam sambutannya.
Setelah menonton film berdurasi 77 menit itu, acara dilanjutkan dengan diskusi.
“Sebetulnya acara yang begini harus diselenggarakn terutama untuk membuka cakrawal agar persepsi barat yang salah mengenai wanita dapat diluruskan,” ujar Kusnadi (Ketua Tanfiziyah) saat di temui sehabis acara tersebut.
Acara dimulai pukul 14.00 GMT hingga pukul 19.00 WIB. Mereka yang hadir tidak hanya dari kalangan mahasiswa Asia, tetapi juga dari kalangan Organisasi Mahasiwa Maroko (Munadhomah Tajdid Thullabi ).
“Acaranya sangat menarik bagi saya, dan alur film ini tidak dapat diprediksi akhir ceritanya,“  ungkap kekaguman Mouhammad Hessou  perwakilan MTT dari kota Agadir.*/Fakih AA, Wakil Ketua PCI NU Maroko
read more →

Konsep dan metode training ESQ dinilai dasyat mengantar peserta menemukan jati diri

Sebagian peserta training perdana ESQ di KBRI, Rabat, Maroko. Sedikitnya 81 peserta mengikuti pelatihan yang menggabungkan tiga kecerdasan dari kalangan ibu rumah tangga, staff KBRI, Dharma Wanita Persatuan KBRI Rabat, kalangan eksekutif dan mahasiwa dari kota-kota besar di Maroko. (foto; Hilda Sabri Sulistyo)
RABAT,MAROKO, bisniswisata.co.id: Training perdana ESQ di Afrika sukses membimbing peserta untuk menemukan jati diri, menata tujuan hidup dunia maupun akhirat dan bertekad menjadi manusia yang mampu menerapkan tujuh dasar budi utama dalam aktivitas sehari-hari, kata Kusnadi, Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Maroko, salah satu peserta training.
“ Ketika membuka training dua hari 13-14 April 2015, Dubes RI untuk Maroko, Endang Dwi Syarief Syamsuri yang biasa dipanggil Dede Syamsuri maupun Ary Ginanjar Agustian sebagai pendiri dan penemu metode training ESQ yang menggabungkan tiga kecerdasan sudah memberikan kata kunci bagi peserta yaitu be yourself,” ungkap Kusnadi usai penutupan training semalam (14/4) di KBRI Rabat, Maroko.
Dia baru sadar, pemahaman be yourself yang diperolehnya dalam dua hari training ini adalah penjabaran dan implementasi dari tujuh dasar budi utama yaitu sikap jujur, bertanggungjawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil dan peduli. Konsep dan metode pelatihan yang dibawakan oleh dua trainer berlisensi yaitu Eka Chandra  dan Danny Kurniawan dinilainya sangat dasyat dalam menggiring peserta menemukan jati dirinya masing-masing.
“Dalam kehidupan kita dari kecil hingga dewasa, tujuh dasar budi utama itu sudah ditanamkan oleh orangtua baik di rumah maupun di ruang-ruang seminar. Namun baru kali inilah saya bisa memahami betapa dasyatnya kalau sehari-hari kita bisa menerapkan tujuh dasar budi utama itu karena cara penyampaian para trainer dan konsep audio visual,” tandasnya.
Kalau saja tujuh dasar budi utama ini dipahami seluruh generasi muda Indonesia maupun masyarakat dunia maka persoalan –persoalan bangsa yang dihadapi saat ini seperti bahaya narkoba, korupsi, ancaman ISSIS, politik pecah belah dan masalah sosial lainnya akan dapat segera diatasi dengan tekad jihad, kata Kusnadi.
“Jihad yang saya maksud adalah melawan energi negatif dalam diri sendiri, kalau kita berhasil menaklukannya maka tujuh dasar budi utama yang akan menuntun aktivitas kita sehari-hari untuk hidup sukses di dunia dan di akhirat. Terus terang selama ini saya sudah pernah mendengar pelatihan SDM oleh ESQ Learning Center namun baru kali ini bisa ikut,” kata Kusnadi.
Kusnadi yang usai training ESQ dan menjadi alumni di daulat menjadi Ketua Korda Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Maroko mengatakan bahwa pelatihan dua hari ini menggiring peserta menemukan sendiri jalan hidup yang ingin dicapainya.
“ESQ dengan 1,4 juta alumninya ternyata memang suatu lembaga netral, tidak berwarna seperti partai-partai politik di tanah air dan bisa diterima oleh semua golongan dan kelompok karena hanya menuntun umat, apapun agama dan rasnya untuk menjalankan aqidah yang benar,” kata Kusnadi dengan mata berkaca-kaca.
Training ESQ yang diikuti ibu rumah tangga, karyawan, eksekutif dan mahasiswa Indonesia dari seluruh Maroko ini dapat terlaksana hasil kerjasama FKA ESQ Eropa di  dukung PCINU Maroko, Kedubes RI di Rabat, di samping para relawan alumni FKA ESQ dari Belanda, Jerman dan Jakarta.
suasana training
Pengalaman spiritual luar biasa juga dialami oleh Alfian, mahasiswa pasca sarjana di Maroko  yang di organisiasi kepemudaaan NU membimbing mahasiswa Indonesia yang tengah mendalami ilmu agama di sejumlah universitas yang tersebar di berbagai kota di Maroko.
“Hanya ada satu kata yang tepat untuk menggambarkan pengalaman training ESQ ini yaitu dasyatulloh ! maksudnya dasyat karena izin Allah SWT. Saya teringat kata-kata kyai Munir, kyai saya di pesantren dulu saat masih duduk di SMP bahwa pada suatu masa akan dibutuhkan orang-orang yang mampu mengemas spiritual yaitu iman, ihsan dan islam secara modern. Saya bertekad menjadi manusia yang mampu menyampaikan Iman, Ihsan, Islam dengan kemasan modern seperti yang disampaikan dalam training ESQ ini,” tambahnya.
Bagi pasangan suami-istri Ahmad Siddiki dan Nabila, peserta training dari kota Rabat, pelatihan ini sangat bermanfaat karena sebagai orangtua, dia dapat lebih memahami tugas- tugas mulianya sebagai seorang ayah, sebagai suami, sebagai imam dalam keluarga.
“Alhamdulilah sebagai pasangan hidup meski baru pada hari pertama training kami sudah langsung mendapat manfaat pelatihan ini,” kata Ahmad Siddiki yang menjadi Direktur Keuangan dan Administrasi  Indo Marocco Distribution Company yang tengah menyiapkan pabrik Indomie di negri ini.
Ririn, Ruri dan Bunda Burhan, tiga dari total 81 peserta training juga menyatakan mendapat manfaat training yang positif karena membuat mereka lebih menyadari fungsi dan tugasnya masing-masing  dan ingin keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
Ririn, pegawai sebuah salon spa di Maroko mengatakan bahwa hari pertama pelatihanpun dia sudah lebih memaknai hidup dan mengenal dirinya sendiri. “Pertanyaan seperti siapa saya, dimana saya dan mau kemana saya sudah sangat jelas,” kata diaspora di Maroko ini. Dia bahkan menampung salah seorang temannya yang ikut training dari kota lain, Essaouira ,sebuah kota yang terletak di wilayah ekonomi Marrakech,  Marokobarat,  di pesisir  Samudra Atlantik ke Rabat tempat training berlangsung.
Sementara  Ruri sebagai ibu muda dan juga anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Maroko mengatakan waktu dua hari pelatihan ternyata terasa singkat meski training mulai dari jam 9 pagi dan berakhir hingga rata-rata jam 20.00 waktu Maroko yang baru menjelang maghrib karena perbedaan waktu di tanah air.
“Sekarang saya tahu dengan jelas apa yang saya mau dalam hidup ini, efek pelatihan sangat luar biasa karena saya tidak hanya ingin mengejar dunia tapi juga akhirat. Kita harus punya tujuan hidup yang jelas dan optimistis mencapainya,” kata Ruri.
Ibu Burhan, salah satu ibunda dari staff KBRI yang berpartisipasi dalam training mengungkapkan rasa syukurnya bahwa di usia senja masih mendapatkan pelatihan yang mengantarnya untuk melakukan posisitioning bagi diri sendiri dan bertekad memperbaiki diri untuk tujuan akhiratnya.
“Training ini terbukti bisa diterima semua umur, semua golongan bahkan semua agama karena intinya adalah menggugah umat manusia untuk terhubung selalu 24 jam dengan sang pencipta Allah SWT,” tuturnya sambil menahan jatuhnya airmata
Sementara Mas’ud staff KBRI lainnya yang telah bekerja selama 31 tahun di perwakilan RI di Rabat ini mengatakan fokus dalam pelatihan seperti yang diharapkan pimpinannya, Dubes Dede Syamsuri benar-benar membuahkan hasil untuk berjihad dan jujur pada diri sendiri.
“Secara spiritual, saya yakin setiap peserta mengalami hal-hal yang berbeda namun bagi saya sendiri pelatihan ini secara instan membawa saya menjadi pribadi yang lebih terbuka dan janji lebih jujur pada diri sendiri dan takwa tentunya,” kata Mas’ud penuh semangat.
William Satriaputra, Korwil FKA ESQ Eropa yang menyelenggarakan training perdana di Afrika ini mengatakan training ESQ memang mampu menggugah dan mengubah kehidupan seseorang karena mengasah sisi spiritual dengan mendalam, bersamaan dengan sisi emosi dan intelektual seseorang.
“Training ini sifatnya memandu seseorang dalam membangun prinsip hidup dan karakter bagi siapa saja yang berkeinginan untuk membentuk karakter mulia, juga bisa menjembatani rasionalitas dunia usaha dengan spirit ketuhanan. Melengkapi makna sukses dengan nilai-nilai spiritual yang mendalam, menuju esensi bahagia yang sesungguhnya,” tambahnya.
William yang  melaksanakan training di wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika ini mengatakan setelah Rabat, training ESQ juga dijadwalkan akan berlangsung di Mesir dimana ribuan warga Indonesia tinggal untuk sekolah maupun bekerja. Dukungan KBRI diyakininya sangat membantu kelancaran pelaksanaan training ESQ di wilayahnya.
Bagi para alumni baru dia berharap  angkatan perdana dari ESQ Rabat, Maroko, dapat menjadi pribadi yang menjadi panutan dan mengoptimalkan kemampuannya untuk dapat berkarya, bersilaturahmi dan total action dalam mengimplementasikan 7 dasar budi utama yang merupakan karakter manusia.  ( hildasabri@yahoo.com)
read more →
Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/tips-cara-supaya-artikel-blog-tidak.html#ixzz2PokS4tPJ